- Posted by jafis06 in My Opinion |
- October 25th, 2007 |
Saya sudah 2,5 tahun ini berkerja di perusahaan sekarang yg terdiri dari orang jerman, malaysia,taiwan,india dan china, tamat SMU juga saya langsung kerja sambil kuliah di perusahaan asing juga selama 3 tahun, disana saya punya rekan kerja orang singapore, thailand,china dan swiss dan India juga…ada berapa hal yg saya simpulkan kenapa kita sebagai karyawan Indonesia susah maju nya..?
1. Budaya Nggak enak…?
yang ini benar-benar penyakit akut, ada karyawan yg nggak disiplin karena yg lainnya semua pemalas, Ada atasan yg nggak enak kasih fasilitas lebih ke karyawan yg berprestasi hanya takut semua jadi iri, ada karyawan yg nggak enak menegur temannya yg salah,,karena nggak enak hati…nggak enak inilah…nggak enak itulah… jadilah sistem di Indonesia nggak enak lah kalo di ubah…kan dari dulu begini kok!lancar aja?ketika timbul masalah..baru rame-rame bilang yg ini salah..atau yg itu.
2. Budaya menyalahkan orang lain.
orang jerman terkenal teknisnya,kita lihat perusahaan besar seperti klunkemp, simplekamp,uerex, dsb. para teknisi jerman berprinsip ” Jika anda tidak bisa..maka mengaku salahlah, berikan saya alasan teknisnya, dan berikan saya suggestion nya?”. Di Indonesia ketika ada karyawan bermasalah mereka sibuk mencari pembenaran tentang apa yg telah mereka lakukan (hal ini di Pemerintah lebih parah …..)padahal logikanya, kalo udah kejadian, udah nggak penting siapa yg salah atau siapa yg benar?, tapi yg terpenting siapa yg bisa membenarkan? itulah orang yg penting…
3. Belum Tua Belum boleh Bicara?
nah..walau nggak semua?tapi kebanyakan orang senior di Indonesia selalu menderita penyakit paranoid, kalo mereka ajarkan banyak sesuatu ilmu ke orang lain..suatu sangat dia merasa nggak akan bisa dipakai lagi.. padahal Harvard telah meneliti bahwa ilmu yg sama diajarkan ke dua orang yg sama-sama nggak tau, hasilnya berbeda!tergantung pemahamannya yg di dukung IQ, EQ,ESQ .. nah kalo para senior kita masih banyak paranoid..wah kapan kita bisa cetak generasi berkualitas….(di dunia IT?penyakit ini tumbuh subur…) masak hacker yg bisa tembus Sistem PEMILU malah ditangkap.. seharusnya pemerintah yg mempekerjakan orang-orang pintar, yg selama ini nggak dikasih kesempatan secara adil ….
4. Risk-aversion Type
Karyawan Indonesia tidak suka ambil resiko…yg penting aman deh?ada yg nggak berani pindah kerja, karena takut di tempat baru tidak berhasil?ada yg takut melakukan perubahan sistem, karena nggak mau repot? ada yg nggak mau terima usul-usul extrem, padahal yg dilakukan dia sekarang emang udah kuno bangeet…he he he. Di Dunia Global sekaranng Karyawan yg berani ambil resiko, akan lebih cepat majunya… contohnya: orang IT yg kuliah sibuk belajar system informatika di kampus… ketika kerja dia dihadapkan ke komputer server, router,Voip dan wireless?padahal dikampus sibuk belajar system itu apa?instal ulang komputer desktop dan Switch he he he…kasihan deh anak bangsa.. mau pintar di Indonesia kudu bayar lebih….belum alatnya yg harga selangit karena pajak… setiap kita beli barang IT kita udah bayar pajak, tapi kok dunia pendidikan IT nggak pernah di subsidi….saya yakin 100%?orang IT indonesia yg pintar pasti belajar dari komunitas..dan dunia lainnya..perfilman,HRD, teknik…
Sebelumnya saya memohon maaf kalo tulisan saya ini kurang berkenan bagi pembaca.. tapi ini Blog saya..dan saya bebas menulis apapun…kalo nggak setuju, yaa bikin blog sendiri he he he..just kidding..
saya menulis tulisan ini setelah mendengar kata partner kerja saya (Bu’Le) ketika dia bilang ” maaf ya jafis…sepertinya pendidikan indonesia telah gagal menciptakan SDM siap kerja?saya nggak bicara secara keseluruhan?tapi yg udah siap lebih banyak yg udah pengalaman, dan kita harus bayar lebih?”
artinya untuk perusahaan swasta PMA,,ada pergeseran budaya bahwa lebih hemat mendapat karyawan yg siap kerja daripada harus training dulu…yaa kalo dilihat dari system penerimaan untuk karyawan BUMN atau PNS, emang cocok sih?he he he ,tapi seberapa banyak sih LOKER di BUMN dan PNS..
Ssstt…rahasia nih..saya dengar dr seorang teman lama di pemerintahan eh salah dr hcker he he …ternyata BUMN dan PNS itu biaya trainingnya gueedeee bangeet?? merupakan kontribusi biaya terbesar dl anggaran operasional…coba kalo di pake untuk subsidi pendidikan…kan pemerintah nggak mesti repot?(kata gusdur?)
Saya Sebagai Pekerja Indonesia protes…MERDEKA ???
Berikan kesempatan kepada anak bangsa secara adil..untuk masuk ke pemerintahan.. atau suatu saat Indonesia di penuhi oleh orang-orang pintar yg banyak menganggur.. dan mereka akan rame-rame nge-test orang pemerintah….
kok saya jadi out of topik siih..tapi udah terlanjur ditulis yaa..ben..seng aku emang wong deso..?
- Posted by jafis06 in Personal |
- October 24th, 2007 |
Bangun subuh…jam 04:30 ada beberapa sms nih… waw..ternyata hari ini ulang taon saya nih. ada sms yang Menarik nih…
“Hidup itu hampa tanpa dorongan”Dorongan tak berarti tanpa Ilmu”Ilmu tak berguna tanpa berkerja”Berkerja akan sia-sia tanpa Cinta” Happy Birthday!my brother!!!saya sdh buktiin kebahagian dunia terbesar adlh punya istri yg beriman dan anak2 yg lucu..Amien. Akhi bacthiar Saragih”
busyet…!itu kan kata-kata di frindster saya..pembajakan nih..!waw nggak terasa udah 27 taon nih?sepanjang perjalan ke kantor saya berpikir..seharusnya pada saat ini..secara materi saya sudah harus ada yang dibanggakan bagi calon istri saya nanti…tapi tak masalah..secara batiniah saya sudah terasa mengerti..apa arti tuntutan,dan bagaimana cara membahagiakan orang lain he he he..cuma Allah belum mengizinkan aja…untuk dapat lebih…yang penting punya potensi..he he he
di kantor pada ribut minta traktir…ehm bulan tua nih..?he he he
- Posted by jafis06 in Tips n Trick |
- October 22nd, 2007 |
Corporate governance yang buruk disinyalir sebagai salah satu sebab terjadinya krisis ekonomi politik Indonesia. Konglomerat yang tidak baik dalam menjalankan usaha dan pemerintah yang korup adalah contohnya. Menyehatkan ekonomi nasional juga berarti menerapkan princip Good Corporate Governance ini dalam perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Apa itu GCG ?
Secara umum istilah governance lebih ditujukan untuk sistem pengendalian dan pengaturan perusahaan, dalam arti lebih ditujukan pada tindakan yang dilakukan eksekutif perusahaan agar tidak merugikan para stakeholder. Good Corporate Governance memang menyangkut orang (moralitas), etika kerja, dan prinsip-prinsip kerja yang baik.
Ada empat model pengendalian perusahaan :
1. Simple financial model.
Ada konflik kepentingan antara pemilik dan manajer. Karena tidak memiliki saham, dikhawatirkan manajer akan banyak merugikan pemilik saham. Maka diperlukan kontrak insentif (misalnya hak pemilikan, bonus, dll), atau aturan-aturan yang melindungi kepentingan pemilik.
2. Stewardship model. Berbeda dengan model pertama, manajer dianggap steward, sehingga tidak terlalu perlu dikontrol. Ini bisa terjadi pada perusahaan keluarga, dimana direksi dikendalikan ketat oleh pemegang saham, sehingga diperlukan direktur yang independen.
3. Stakeholder model.
Perusahaan merupaka satu sistem dari stakeholder dalam suatu sistem masyarakat yang lebih luas. Suara stakeholder diakomodasi dalam struktur dewan direksi. Karyawan diusahakan bekerja seumur hidup.
4. Political model.
Pemerintah memiliki pengaruh besar, misalnya dalam mengatur jumlah maksimum kepemilikan saham, dll.
Pada prakteknya, GCG dilaksanakan dengan gabungan dari empat hal diatas. Tujuannya adalah bagaimana mengarahkan dan mengontrol perusahaan melalui distribusi hak/tanggungjawab semua pihak dalam perusahaan.
PRINSIP-PRINSIP GCG YANG BAIK
Transparancy
Penmgungkapan informasi merupakan hal penting, sehingga semua pihak berkepentingan tahu pasti apa yang telah dan bisa terjadi.
Laporan tahunan perusahaan harus memuat berbagai informasi yang diperlukan, demikian pula perusahaan go-public. Persyaratan untuk ini antara lain disusun oleh Komite Nasional Bagi Pengelolaan Perusahaan Yang Baik (KNPPB).
Fairness
GC yang baik mensyaratkan adanya perlindungan untuk hak minoritas. Perlakuan yang sama dan adil pada semua pemegang saham, melarang kecurangan insider trading, dll. KNPPB mensyaratkan minimal 20% direksi berasal dari luar yang tidak ada hubungan dengan pemegang saham dan direksi.
Accountability
Ada pengawasan yang efektif berdasarkan keseimbangan kekuasaan antara pemegang saham, komisaris, dan direksi. Ada pertanggung-jawaban dari komisaris dan direksi, serta ada perlindungan untuk karir karyawan. Perlu ditetapkan berapa kali rapat dalam kurun waktu tertentu, serta berbagai sistem pengawasan yang lain.
Responsibility
Perlu dipastikan adanya kepatuhan perusahaan pada peraturan dan undang-undang yang berlaku. Misalnya dalam PT terbuka perlu adanya sekretaris perusahaan.
Ada lagi yang menambahkan asas disiplin, independency, dan social-awareness, check and balance, dan social involvement.
Etika Kerja
GC lebih banyak mengatur komisaris dan direksi, namun prinsip-prinsip GC harus diangkat menjadi etika kerja perusahaan. Diperlukan penerapan prinsip-prinsip CG dalam perilaku kerja karyawan perusahaan. Sebagai contoh, inilah beberapa kode etik yang disusun oleh sebuah komite di luar negeri ;
Kewajiban karyawan pada perusahaan :
· Menghindari gangguan yang tidak masuk akal pada proses produksi.
· Menggunakan kemampuan dan mengembangkan potensi sebanyak mungkin, khususnya bila baru saja mendapat pelatihan.
· Tidak membocorkan rahasia perusahaan.
· Jujur dan melaporkan setiap tindakan yang membahayakan.
· Menghormati kontrak kerja.
· Tidak melakukan hal-hal yang merugikan pemegang saham.
Kewajiban karyawan pada manajer :
· Mendukung dan membantu untuk memenuhi kewajiban etis dan komersial.… dst
Kewajiban karyawan pada karyawan lain:
· Tidak melakukan tindakan yang salah pada karyawan lain,
· Tidak mengintimidasi karyawan lain … dst…
Kewajiban karyawan pada masyarakat luas :
· Memberikan perhatian pada kesehatan lingkungan …Dst..
Good Corporate Governance dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan semua pihak yang berhubungan dengan perusahaan (stakeholders). Diharapkan hal ini akan segera bisa dirumuskan lebih lanjut dan diterapkan dalam perusahaan-perusahaan.
Memang masih banyak hal yang harus dipikirkan, antara lain :
Apakah bentuk akhir penerapan GCG ini hanya pengawasan yang lebih ketat? Apakah dampaknya pada inovasi dan kreativitas ? Apakah bentuknya bisa lebih diarahkan bersifat positif, bukan hanya larangan-larangan saja, dll dsb.
Diolah dari berbagai sumber, antara lain Warta BRI no. 04/XXV/2001 dan berbagai sumber lain.
- Posted by jafis06 in Personal |
- October 10th, 2007 |




Mohon Maaf Lahir Bathin
Untuk semua sahabat yang pernah masuk dalam kehidupan saya
Untuk semua yang pernah berkunjung ke Blog saya…
Dan untuk semua yang pernah merasakan betapa salahnya saya…
Dengan Hati Ikhlas dan bersih ………..
Saya memohon maaf lahir bathin…
Ketika anda selesai baca tulisan…semua kesalahan Anda sudah saya maafkan
Best Regard’s ‘====) JAFIS (====’