The Propitious is Back Pursuit of HappYness">


Cahaya Janatul Firdaus Part. 1

  1. Posted by jafis in My Opinion |
  2. June 17th, 2008 |
  3. Comments

Setelah mengerti konsep islam itu seperti bangunan yang terdiri dari pondasi (= aqidah/keyakinan), bangunan (= ibadah dan akhlak), atap (= dakwah dan Jihad).

Sudah saatnya bagiku untuk membangun atap, mungkin jafis tidak bisa menjadi seorang dai yang turun berdakwah ke mesjid-mesjid, mungkin juga nggak bisa menjadi seorang yang radikal dalam memberantas kemungkaran. Satu – Satu harapanku adalah mencoba menulis apa yang telah aku dengar dan pelajari dari kakak – kakak pengajian yang tidak pernah lelahnya mengajarkanku tentang keteguhan aqidah… juga pak ustad yang telah ikhlas meluangkan waktunya untuk mendidik jafis dengan sabar dan tulus…

Dan saya putuskan untuk menuliskan semua yang diajarkan ke dalam blog ini, yang akan jafis beri judul yg sama dengan berseri yaitu :”Cahaya untuk Janatul Fidaus”di mulai dari edisi minggu ini….

Iman = Keyakinan

Ada 3 ciri-ciri atau syarat seorang itu di nyatakan ber iman

1. Di yakini dengan Hati : kita meyakini bahwa Allah Swt, selalu mengawasi dan memperhatikan setiap gerak-gerik kita di dunia. sehingga kita takut untuk berbuat kemungkaran di muka bumi.

2. Diakui atau dinyatakan dengan lisan : Semua yang kita yakini harus diucapkan dengan lisan, seperti mengucap syahadat, di satu sisi memang lisan bisa menjadi pisau yang sangat tajam untuk melukai diri sendiri, tapi lisan juga bisa dijadikan sebagai kontrol nilai sosial seseorang. Dengan lisan bisa membuat orang terhormat dan bisa juga membuat orang terjebak ke dalam lembah nista.

3. Di buktikan dengan perbuatan : setelah di yakini dan diucapkan dengan lisan. Maka tibalah saatnya untuk pelaksanaanya, dalam sebuah perusahaan management yg bagus memang mutlak di butuhkan untuk maju, tapi jika pelaksanaanya tidak sesuai dengan sistem yang telah di yakini dan di persentasikan, maka tunggulah kehancurannya…

Rukun Iman adalah hasil dari keyakinan dan Rukun Islam hasil dari Iman

Ada beberapa kasus yang terjadi mengenai syarat – syarat atau ciri-ciri di atas

1. Seseorang meyakini di hatinya, tapi lisannya tidak mau sekalipun mengucapkan. Seperti Sholat, mengaji, bersyukur dan yang paling sederhana adalah menyampaikan hal-hal yg baik.

2. Seseorang sudah menyatakan secara lisan jika dia beriman, tetapi di hatinya penuh dengan kemunafikan. Jika berkumpul dengan orang-orang yg beriman mengaku beriman, tetapi jika berkumpul dengan orang-orang yang munafik dia mencemooh orang-orang beriman.

3. Secara perbuatan seseorang sudah merasa jika telah melakukan tindakan sebagai seseorang yang beriman, tetapi dia lupa akan pentingnya ILMU sebagai kontrol kebenaran sebuah tindakan. Sehingga ketidaktahuannya menyebabkan kemungkaran yang lebih besar terjadi. Seperti Bom bunuh diri di tempat keramaian, niat untuk dakwah peringatan kepada pemerinath yang zalim, eh malah menimbulkan kemungkaran yang lebih besar. Anak-anak yang ditinggal orangtuanya yg tewas karena Bom, susah untuk cari biaya sekolah, orang-orang yg punya toko bangkrut….

Padahal arti ISLAM itu adalah orang yang tunduk atau berserah diri…

Ciri-ciri ini adalah berfungsi jangan sampai kita tidak masuk ke dalam golongan orang beriman, bukan sebagai dalil untuk memvonis seseorang itu beriman atau tidak…

Karena Hanya Allah SWT yang mempunyai hak dan kemampuan menilai seseorang itu beriman atau tidak……

To be Continue…………………………….

Leave a Comment

Name:*

Email:*

Website:

Comment:


close
Sudahkah Anda Tersenyum Hari Ini ?, jika "IYA"silahkan close POP UP ini