Take IT Or Leave IT
- Posted by jafis in My Opinion |
- June 23rd, 2008 |
- Comments
ini adalah kata-kata yang paling menakutkan bagi seorang karyawan. Apabila manajer HRD sudah bilang ini, hanya dua hal yang bisa dilakukan. Ambil hasil keputusan dengan mematuhinya atau tinggalkan tuk pergi menjauh, Dua - duanya mempunyai satu kesamaan yaitu Konsekuensi.
Di semua sektor kehidupan kita di hadapkan ke dalam pilihan ini, dari hal yang sederhana sampai dengan sesuatu yang besar. Nilainya fleksibel tergantung ketepatan hasil keputusan dan perhitungan dengan analisis yang kuat dan komfrehensif.
Secara Psikologis seseorang yang menghadapi masalah ” Take IT Or Leave IT” adalah di hadapkan pada suatu kata yang sangat menyakitkan yaitu “Pembuktian Diri”, dimana hasil konsekuensi pilihan itu akan mencerminkan kualitas diri kita sendiri.
yang harus di cermati:
1. Take IT : Kita harus menyadari berarti kita masih ada ketergantungan, Contoh : kebutuhan ekonomi, Aktualisasi diri, rohani, interesting dan lain sebagainya. jagalah sesuatu yang telah kita pilih
2. Leave IT : Kita harus menyadari bahwa nilai diri kita akan terlihat secara jelas. dari nilai yang di hasilkan karena kepergian kita, buktikan bila apa yang telah kita yakini dan lakukan itu adalah “Benar”, sehingga akan selalu di kenang……
yang pasti kita tidak akan pernah bisa membuat semua Everything is good
Tulisan ini di ilhami dari tulisan sahabat seperjuangan saya






Ranny says:
June 23, 2008 10:30 am
yang pasti semua ada konsekuensinya!
Richard says:
June 23, 2008 3:14 pm
Dont Worry about anything .. if you take it you safe .. if leave it than you have a new experience .. Good Luck, God Bless Us.
Chic says:
June 23, 2008 3:19 pm
“yang pasti kita tidak akan pernah bisa membuat semua Everything is good”
Yang pasti, everything happens for a good reason, aight?
borsalino says:
June 23, 2008 3:40 pm
bhuuahahahhahaaaa …
sorry pal … I leave it !
ibunk says:
June 23, 2008 3:52 pm
hehehhehe…….Sorry DK i leave it…
AngelNdutz says:
June 24, 2008 8:42 am
hohoho….kalo jd orang pinter mah qt yg ngasih pilihan ituh ke perusahaan
jafis says:
June 24, 2008 9:01 am
setubuh ma Angel endut….
ehh…salah setujuh maksudku
wahyu says:
June 24, 2008 8:00 pm
Teuteup…
Harus punya pilihan, kalo gak milih itu termasuk orang yang gak konsisten…
Cinta ajah harus milih, pa lagi yang laen…
Kayak Beol juga, masak harus ragu-ragu, beol nggak beol nggak…
*Loh*
trendy says:
June 24, 2008 9:09 pm
hidup memang sebuah pilihan!
tapi mesti diliat bebet,bibitdan bobotnya
Rita says:
June 25, 2008 10:45 am
Hidup adalah pilihan….
Yakin akan pilihan, bangkit, berjuang dan sukses bersama si”pilihan”tadi dengan sendirinya menunjukkan/membuktikan kompetansi diri
@wahyu : hahaha, ko’ yang itu dibawa2 sih…ihhh j..orok deh….
ichanx says:
June 25, 2008 11:54 am
loh, pilihan take it or leave it, emang logis kan? yg gak logis tuh, pilihan yang dikasih ke gw sekarang (true story)…. Take It, or Take It. Bahkan untuk resign aja gak boleh, diancem segala…
Richard says:
June 26, 2008 9:59 am
Dear Ichanx
Take it, or take it is depend on you, you can make a decision. kalau emang kita harus ” TAKE IT ” and make you happy & smile
it’s ok. if make you sad
…… ???
Permanent Link Wordpress « alamsyah rasyid blogry says:
June 26, 2008 9:20 pm
[...] Contohnya link posting ini : Take IT Or Leave IT [...]
SiCunit says:
July 1, 2008 11:33 am
Ya.. ya.. dihadapkan pada satu pilihan emang menyebalkan. I don’t like it. ^^
Buat kawan pejantan « Coffee Oriental says:
July 25, 2008 4:38 pm
[...] ya bagi si cowok ini udah jadi keputusan dia. Sekarang tinggal kalian sendiri yang ambil keputusan, take it or leave it? « Perasaan [...]
Leave a Comment