Sentuhan Trobadour sentuhan trobadour seorang the propitious">


Archive for August, 2008

…ini sebuah proses, bukan hasil akhir ?

  1. Posted by jafis in My Activity |
  2. August 25th, 2008 |
  3. 25 Comments

Dilahirkan dari seorang ibu yang pemberani dan cerdas

yang bersedia di nikahi oleh seorang Lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya..

Seorang lelaki idealis yang disingkirkan namanya dari sebuah organisasi pendidikan

yang sekarang mengilhami terbentuknya salah satu partai politik besar di tanah air

cukup memnjadikan aku sebagai seorang lelaki yang keras kepala,pantang menyerah dan berkomitmen yang kuat

Hari ini aku buktikan…

bahwa aku..

seorang lelaki yang lebih menghargai “Proses” daripada “hasil akhir”

dibesarkan oleh sebuah proses….. hingga tau bahwa tidak ada sebuah kata terlambat

dan tidak ada yang lebih membahagiakan daripada melakukan sesuatu sesuai keinginan hati…

Sebuah persembahan buat almarhum Ibundaku tercinta…

yang dengan keindahan proses cintanya…

seorang lelaki yang keras dan idealis itu hanya bisa bertahan 8 jam..

untuk tidak bisa menolak mendampinginya menuju sebuah proses takdir …………..

Prabumulih, 24 Agustus 2008. The Propitious

inilah komitmen saya…..

  1. Posted by jafis in Motivation |
  2. August 21st, 2008 |
  3. 16 Comments

“Setiap pekerjaan, dengan segala kesulitan dan tantangannya, harus dinikmati. Jangan pernah mengeluh! karena segala sesuatu ada jalan keluarnya. Semuanya harus dilandasi dengan kejujuran, niat baik dan tidak lupa berdoa. Saya percaya!itulah yang membuat saya kuat menghadapi hidup ”

Noor SDK Devi- Direktur Utama PT. Aplikanusa Lintas Arta

jangan pernah pedulikan apa pendapat orang lain tentang kebenaran yang anda lakukan, tapi sadari bahwa setiap tindakan yang dilakukan adalah sebagai sarana membahagiakan diri,

jangan pernah khawatir dengan suatu masalah dimana masih bisa dinilai dengan uang

Yakin dan percayalah bahwa ada sesuatu yang lebih baik daripada sesuatu yang kau cemaskan.

Benar atau Salah itu konsekuensi

  1. Posted by jafis in My Opinion |
  2. August 10th, 2008 |
  3. 14 Comments

“Benar atau salah sebuah tindakan sepenuhnya tergantung pada konsekuensinya, bukan pada tindakan itu sendiri atau motif pelakunya” Jeremy Bentham (Filsuf hukum Inggris abad ke-18 M

Di Indonesia hanya sedikit orang-orang yang berpikir seperti Jeremy Bentham, semua pada fokus dengan tindakan atau motif pelaku, dan hanya sedikit yang berpikir apa konsekuensi yang harus dihadapi dengan sebuah permasalahan.

“Benar” adalah sebuah senjata sangat ampuh pada masyarakat indonesia bagi yang ingin berpengaruh bagi orang lain, dan rakyat Indonesia pun sudah ke asyikkan menikmati sebuah pembenaran, dengan hanya melihat tindakan si public figure .. .tapi tidak melihat konsekuensi dari pembenaran itu sendiri.

Para artis merasa “benar”jika seorang artis itu harus dipuji dan disanjung, tapi sering tidak terima konsekuensi jika kejelekannya mudah dilihat

Para Pejabat merasa “benar” jika seorang pejabat itu dikasih fasilitas dan suaranya harus didengarkan, tapi sering tidak terima jika dikritik

Para lelaki merasa “benar” jika mau bahagia harus menikah dengan wanita yang cantik,pintar dan kaya raya, tapi sering tidak terima jika cantik itu bisa memudar, pintar bisa bikin orang keras kepala, kaya raya bikin orang angkuh (………..begitu juga sebaliknya)

Semua orang merasa “Benar” jika ingin memulai sesuatu (disebut motif), tetapi sering lupa dengan konsekuensi atas motif itu sendiri…

akhirnya membawa pemikiran saya untuk memahami Bentham dan mengakui dia “benar”, sehingga terpikir untuk membuat sebuah ilustrasi sebagai berikut:

Iman Samudra cs dinyatakan “Benar” jika mereka menerima hukuman mati yg diberikan pemerintah, jika mereka merasa “benar” melakukan tindakan pengeboman di Bali

Jaksa-jaksa yang korup dinyatakan“benar” jika mereka membeberkan secara jujur permasalahan untuk di selidiki, jika merasa tindakan mereka “benar” dan merasa difitnah

Tokoh-tokoh politik yang bertikai dinyatakan “benar” bahwa merekalah yang pantas dipilih, jika setelah pemilihan mengakui “benar” jika mau mencalonkan diri jadi wakil rakyat itu butuh dana yg besar untuk kampanye…dan tidak bisa di kembalikan dengan cara mengambil hak orang lain

jadi benar atau salah sebuah tindakan…tergantung seberapa besar orang itu menerima konsekuensi dari tindakan yang dia yakini “benar”

Kepuasan terbaik

  1. Posted by jafis in Motivation |
  2. August 4th, 2008 |
  3. 14 Comments

“Kepuasan terbaik itu terletak pada intelektual, bukan pada sensual”

karena orang lebih mementingkan pemikiran di banding tubuh. Intelektual bisa merubah paradigma seseorang terhadap nilai sensual, tapi sensual seseorang tidak akan pernah bisa merubah nilai dari sebuah intelektual.

intelektual = pemikiran, sedangkan sensual = tubuh/fisik

berikut perbandingan keduanya bila seseorang ingin di terima atau di kagumi orang lain.

1. Intelektual

variabel penilaiannya bersifat dinamis (berubah-berubah), artinya dia akan memberikan kepuasan dengan cara pembuktian terhadap kebenaran intelektual terhadap manfaat realita sebuah kehidupan nyata. contoh : seseorang yang intelektualnya tinggi mampu menaklukan seorang wanita cantik untuk menjadi istrinya, padahal teori umumnya wanita cantik pasti suka lelaki tampan. karena dengan intelektualnya dia bisa meyakinkan si wanita yg punya sensual mendapatkan jaminan hidup yang lebih baik, karena sensual butuh material atau jaminan hidup

2. Sensual

variabel penilaiannya bersifat statis (tetap), artinya dia akan memberikan kepuasan dengan cara memandang sesuatu yang sudah kelihatan nyata.

contoh : seseorang wanita menyukai lelaki yang tampan, karena melihat kasat mata bahwa lelaki itu enak dipandang. permasalahannya adalah “sesuatu yang bersifat statis, nilainya pasti berkurang”. biasanya berkesan dengan kesan pertama, kemudian jadi benci karena si doi nggak nyambung ngobrolnya dan ternyata pengangguran atau attitudenya yang jelek + boring (karena obrolannya merayu aja heheheh)

nah silahkan pilih mau dikagumi dengan cara yang pertama atau kedua?

Karyawan : Asset termahal Perusahaan

  1. Posted by jafis in Motivation |
  2. August 1st, 2008 |
  3. 10 Comments

Apakah anda pernah menonton film : Pursuit of Happyness dan good company atau Kungfu Panda?jika IYA

sebagian pesan dari film ini mengajarkan bahwa orang-orang yang hebat itu akan ditemukan oleh orang-orang yang hebat juga. dan mereka bisa membaca bahwa ada orang-orang yang diberikan Tuhan potensi hebat,yang mana butuh kesempatan untuk merealisasikannya..

karyawan adalah asset yg termahal, menurut buku the starbucks experience, kunci kesuksesan mereka adalah membina karyawan untuk merasa memiliki dengan memperlakukannya secara baik, dan mengembangkan potensi mereka. serta menyikapi permasalahan karyawan dengan hati bukan dengan hitungan kepentingan atau rasa paranoid yang berlebihan.

jika sebuah perusahaan tidak bisa membangun sebuah Human Relations yg baik, maka perusahaan itu diambang kehancuran. Dimulai dari tingginya turn over employee,dimana perginya orang-orang yg berpotensi.

sejarah dinasti China sepanjang masa membeberkan fakta bahwa. “Setiap Dinasti hancur karena Raja salah dalam memilih orang yang tepat untuk menjadi panglima & penasehatnya , dan salah dalam membuang orang -orang yang seharusnya di pertahankan”