80 Tahun lalu lebih baik dari sekarang
80 tahun yang lalu para pemuda-pemudi negeri yang tercinta ini mengikrarkan sebuah komitmen bersama. Sebuah sumpah sebagai manifestasi dari keinginan bersatu dari perbedaan dari faktor sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan,agama, dan kemauan.
Terukir dalam sejarah Bangsa Indonesia ketika dalam rapat 28 oktober 1928 lalu itu, Sarmidi mangoensakoro sang pembicara berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis. Sebuah Pemikiran yang sangat cemerlang melihat kondisi kultur budaya pendidikan Indonesia yang masih terbelenggu oleh diskriminatif sosial.
Seharusnya para politikus muda Indonesia sekarang ini malu dan cobalah berkaca dari para senior kita ini, sampai detik ini belum muncul seorang tokoh panutan yang idealis dan pemikirannya betul-betul revolusioner untuk sebuah perubahan kebaikan nasib bangsa. bukan karena dia seorang penyanyi dangdut yang dikagumi karena goyangan, artis karena kegantengan dan seorang mahasiswa kacangan tapi anak pejabat.
Sangat ironis sekali kondisi organisasi kepemudaan indonesia sekarang ini, dimana mereka berlomba - lomba berbagi kekuasaan dengan sistem “kompromi”, susah sekali mencari yang betul-betul tulus ikhlas dan berjuang untuk kepentingan kesejahteraan dan keadilan masyarakat,
penderitaan para pemuda Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, PPI, dll, yang menempuh ribuan kilo perjalanan dari darat dan mengarungi lautan hanya berkumpul dengan saudara-saudaranya untuk sebuah tujuan suci tanpa pamrih apapun.
Pada saat ini.. ketika fasilitas dari pemerintah sudah diberikan dengan bagus, gaji sudah besar, biaya perjalanan dinas yang bisa di mark-up. Para politikus bangsa ini sangat enggan sekali mengunjungi rakyat - rakyat yang butuh perjuangan mereka. sebuah perkembangan moral yang sangat turun drastis jika kita tarik benang merahnya 80 tahun yang lalu.
Semoga di memorial yang ke 80 ini…
Akan muncul para pemuda-pemudi terbaik bangsa, yang bukan hanya menjadi diperalat oleh kepentingan, tapi tampil membawa visi dan misi yang jelas untuk kemajuan Tanah Air kita yang tercinta ini. Amin
M E R D E K A
gambar diambil dari SINI
Comments
Comment from Arten
Time October 28, 2008 at 10:33 am
MERDEKA!!!
*linknya mana rio? heheheheh
Comment from lelouch
Time October 28, 2008 at 10:36 am
setuju cak !
sumpah pemuda adalah peringatan bagi pemuda, bahwa ada amanah bagi pemuda yang belum tuntas..
ingat sumpahmu wahai pemuda
tak layak bagi seorang pemuda menyanyikan lagu lama yang usang dan basi ..
–
salam soko suroboyo
*salam juga dari Laskar Wongkito untuk arek suroboyo
Comment from Dias
Time October 28, 2008 at 11:09 am
merdeka…semangat…merdeka lagi…semangat lagi…..
*merdeka ..
Comment from Richard
Time October 28, 2008 at 1:49 pm
SUMPAH PEMUDA…JANGAN JADI SAMPAH PEMUDA.. bagi kita yang masih muda terus kejar impianmu .. jangan Maless ..
Comment from hansel
Time October 28, 2008 at 2:50 pm
Miris bener nasib bangsa ini. Jaman dulu orang-orang yg benar-benar ingin membangun negeri ini tanpa pamrih karena mereka sungguh cinta akan tanah air ini tapi sekarang… udah digaji masih aja ngembat duid rakyat. Nasib… nasib…
Comment from trendy
Time October 28, 2008 at 6:17 pm
pasti lebih maju dong tentunya!
palembang aja udah punya fly over!
dulu masih rawa semua!
wkeekekekek!
Comment from borsalino
Time October 29, 2008 at 12:48 pm
SUMPAH PEMUDA jangan jadi PEMUDA KENO SUMPAH …
jadi PEMUDA jangan LEMAS …
kekkekekkekee …
Comment from Choen
Time November 1, 2008 at 11:16 am
sip…hidup pemuda…ciptakan perubahan kearah lebih baik
Comment from chiiendiie sii kalenk
Time November 3, 2008 at 9:36 pm
wooii…….
sumpah pemuda…….
pentink la yauwh…….
makanan sehari” toueh.., bwd qt para pemuda..
okkeh gx…….????
hoho……
peace….
salam damai kawan..
-kalenkemouthzh_











Comment from Chic
Time October 28, 2008 at 9:50 am
MERDEKA!
*emang kita udah betul-betul merdeka gitu?*
*belum.. masih banyak yg belum mampu sekolah…