This is my opinion about WongKito Community
- Posted by jafis06 in IT |
- April 4th, 2008 |
- 9 Comments
ini adalah pemikiran pribadi saya tentang WongKito, bila anda kurang setuju lupakan saja atau JAPRI aja…dan saya akan meminta maaf!heheheheh
sudah lama pingin nulis hal ini, dan ini adalah saat yang paling tepat, mengingat anggota komunitas Blogger WongKito yang sudah semakin banyak, Saya berpendapat WongKito akan maju dan tumbuh besar, serta akan bertahan lama karena alasan sbb:
1. Pondasi yang kuat
Suatu organisasi /komunitas akan bertahan lama apabila di bangun dari pondasi yang kuat, dimana mempunyai kerangkan dan komposisi rangkaian yang sama , yaitu :
-Sama-sama Hoby nulis (blogger)
-Satu daerah (Sumatera Selatan)
saya pernah menganalisa hancurnya sebuah komunitas motor vespa, dgn penyebab sbb:
-karena bertambah usia pola pikir berubah (cth: setelah menikah, tidak bisa sering nongkrong malaem, krn udah ada istri)
-karena berubahnya kebiasaan dan kebutuhan (cth: ada yg beli motor besar/bebek, karena tempat kerjanya jauh..so nggak bisa pake vespa)
-Vespa di jual .. karena butuh duit
nah… sementara WongKito sangat kuat pondasinya, menurutku nggak perlu dijelaskan, anda semua pasti bisa menganalisa sendiri….weks
2.Objektif
Sebuah rumah makan akan maju apabila punya seorang chief yg jago masak, nggak perduli harganya mahal, pengunjung pasti akan banyak datang
Komunitas Harley Davidson sampe sekarang tetap solid dan maju, karena mereka punya banyak anggota yg montir dan punya banyak bengkel.
Begitu juga Komunitas WongKito… punya banyak orang-orang yang memang setiap hari berhubungan dg internet, familiar dg apa itu hosting?, apa itu blog?,dan orang yg begitu tau seluk beluk dunia technology informatika… untuk nama-nama pembuka silahkan anda lihat nama2 ini…Alamsyah & Nike, Ardy, Prince (andi), ali asnawi, awank, Ibunk, novan dan banyak lagi (maaf yaa yg nggak ke sebut… kepanjangan ntar… sekedar contoh aja)
3. Berkarakter
di sebuah milist para HRD banyak yg berpikiran, bahwa orang yg akan memenangkan sebuah persaingan adalah apabila HRD sudah bisa memilih dan mengarahkan orang-orang yg berkarakter…untuk penjelasan mari kita lihat contoh berikut…
Pada tahun 2006 sebuah perusahaan kayu di SumSel mengalami krisis, owner tidak bisa lagi mengeluarkan uang untuk investasi mesin Boiler dan sparepart mesin-mesin produksi, akhirnya terjadi krisis keuangan, jika tidak mendapatkan investor maka akan tutup, dlm kondisi yang susah dan terancam, munculah 3 buah kelompok yg punya pemikiran yg berbeda dalam mengeluarkan perusahaan dr masalah, yaitu :
Kelompok A : Perusahaan tetap jalan, karyawan di gaji/kerja seperti biasa, tp stop semua pengeluaran seperti pembelian sparepart,pajak, samapai hutang-hutang, yg penting tetap bertahan dan karyawan tetap di gaji, sembari menunggu Investor
Kelompok B : Mendesak owner untuk ambil keputusan cairin dana biar project jalan atau di tutup aja, mereka merasa berkerja nggak jelas sama aja dengan membunuh karakter mereka yg selalu pingin melakukan perubahan.
Kelompok C : Kelompok yang ikut ke kelompok A dan juga ke kelompok B, yg penting aman aja..
Kemudian timbulah puncak perseteruan, kelompok B rame-rame pindah ke perusahaan yang baru, Kelompok A tetap bertahan walaupun apa yg terjadi.. seperti menahan gempuran para penagih hutang.., Selang 7 bulan kelompok A berhasil melobi sebuah group perusahaan besar dari malaysia, dan saham terjual 52 %.. akhirnya perusahaan bisa beroperasi kembali…
karena Kelompok A ini penuh dg orang yg berkarakter, kelompok C di tendang keluar, karena dianggap tidak punya visi yg sama, dengan kesal kelompok c keluar, dan datang ke kelompok B, diluar dugaan … ternyata di tolak juga dg alasan yg sama. anehnya sampe sekarang kelompok A dan Kelompok B tetep berhubungan baik dan menjalin komunikasi..walau nggak pernah satu visi dan sepaham
silahkan anda analisis sendiri cerita diatas, yang jelas WongKito punya karakter sendiri (bukan aku yg ngomong..) dan orang-orang yang mempunyai karakter (sekarang ini semua pengurus punya karakter2 yg kuat sendiri… )
4. RE-Generation Market (maafke bae…kalu salah tulisannyo…)
artinya sebuah komunitas harus jelas market/pasar yang akan dijadikan regenerasi pengurus/anggota. WongKito sudah jelas marketnya, yaitu para blogger. mengutip kata-kata Robert T Kiyosaki , semenjak berlin jatuh, kita masuk ke zaman Era Informasi, dan lihatlah orang-orang yg briliant/pintar di ajgat raya ini, 70 % menggunakan internet sebagai sarana belajar dan komunikasi..30 % lagi karena belum tau dan tempatnya belum ada fasilitas internet.
jadi ingat Voip di kantor, ketika saya cerita ke atasan saya (orang malaysia) tentang perjuangann untuk bisa menggunakan frekuensi 2,4 GHZ… dia sampe terharu…
berikut kronologis pembebasan frekuensi 2,4 Ghz, sehingga sekarang kita bisa menikmati wireles LAN dimana-mana (semoga menjadi inspirasi komunitas WongKito)
-19 desember 2000 —>DirJen Postel melarang penggunaan frekuensi 2,4 Ghz untuk keperluan L-LAN, untuk luar ruangan, dg keluarnya SK No.241/2005
-3 februari 2001—>beberpa milist bersatu menentang pelarangan ini, yang paling keras adalah milis IndoWLI,asosiasi-warnet@yahoogroups.com dan jasakom@yahoogroups.com
-5 februari 2001 –>Onno W Purbo menjadi orang yg paling berani bersuara lantang, dengan mengirimkan surat terbuka kepada dirjen postel perihal SK. ( sekarang teman-teman tau kan…kenapa pemerintah lebih suka minta pendapat roy suryo dibanding Onno W Purbo)
-20 mei 2002 —>bebebrapa orang komunita bersatu mendirikan IndoWLI sebagai wadah dari pengguna dan penyediajaringan W-LAN di Indonesia, mereka adalah :
barata wisnu wardana,Andi Budimansyah,Irsan Budianto Darmadji,Eko martanto,Uduryna,Heru Nugroho,Husain Nasrul Arifin,Michael Sunggiardi,Eko Adhi Prasetyo, Agustinus Sutandar,Yohanes Sumaryo,John Sihar,Nini Maryo Chatib,Alan Edward Purwo,..( kok namo Roy Suryo dak kate?heheheh)
-2001-2004 —> sweeping,razia,pemerasan, terhadap penyedia jasa internet berbasil W-LAN terus berlangsung oleh polisi dan Balai Monitoring DisHub, sa’at yg paling menyedihkan untuk2 anak-anak IndoWLI.. tapi mereka tetep bersatu.. (jd ingat Ukhti Rasya yg setia mendampingi suami berjualan karena alat-alat dan usahanya ditutup..)
-6 januari 2005 —–> perjuangan anak-anak komunitas berhasil, frekuensi 2,4 Ghz dibebaskan dengan keluarnya KEPMEN No.2/2005 dari menteri Perhubungan
Hikamah yg kita ambil… WongKito akan menjadi sebuah wadah perjuangan dalam memajukan Sumatera Selatan, (malah bisa indonesia ..bahkan dunia), belajar dari kasus diatas. kekuatan komunitas itu sangat dasyat, apabila di penuhi oleh orang-orang yg berkarakter
mengutip kato ketuo ardy;”saya akan berdiri tegak di sini, walaupun jelek atau bagusnya penilaian orang lain tentang komunitas ini”(hingga hanya tinggal alam&nike, andi&istri,jafis&anna athlunnisa, ardy&sarahkabuuuuuurrrrrrrr





