The Propitious is Back Pursuit of HappYness">


Archive for the 'My Opinion' Category

Benar atau Salah itu konsekuensi

  1. Posted by jafis in My Opinion |
  2. August 10th, 2008 |
  3. 14 Comments

“Benar atau salah sebuah tindakan sepenuhnya tergantung pada konsekuensinya, bukan pada tindakan itu sendiri atau motif pelakunya” Jeremy Bentham (Filsuf hukum Inggris abad ke-18 M

Di Indonesia hanya sedikit orang-orang yang berpikir seperti Jeremy Bentham, semua pada fokus dengan tindakan atau motif pelaku, dan hanya sedikit yang berpikir apa konsekuensi yang harus dihadapi dengan sebuah permasalahan.

“Benar” adalah sebuah senjata sangat ampuh pada masyarakat indonesia bagi yang ingin berpengaruh bagi orang lain, dan rakyat Indonesia pun sudah ke asyikkan menikmati sebuah pembenaran, dengan hanya melihat tindakan si public figure .. .tapi tidak melihat konsekuensi dari pembenaran itu sendiri.

Para artis merasa “benar”jika seorang artis itu harus dipuji dan disanjung, tapi sering tidak terima konsekuensi jika kejelekannya mudah dilihat

Para Pejabat merasa “benar” jika seorang pejabat itu dikasih fasilitas dan suaranya harus didengarkan, tapi sering tidak terima jika dikritik

Para lelaki merasa “benar” jika mau bahagia harus menikah dengan wanita yang cantik,pintar dan kaya raya, tapi sering tidak terima jika cantik itu bisa memudar, pintar bisa bikin orang keras kepala, kaya raya bikin orang angkuh (………..begitu juga sebaliknya)

Semua orang merasa “Benar” jika ingin memulai sesuatu (disebut motif), tetapi sering lupa dengan konsekuensi atas motif itu sendiri…

akhirnya membawa pemikiran saya untuk memahami Bentham dan mengakui dia “benar”, sehingga terpikir untuk membuat sebuah ilustrasi sebagai berikut:

Iman Samudra cs dinyatakan “Benar” jika mereka menerima hukuman mati yg diberikan pemerintah, jika mereka merasa “benar” melakukan tindakan pengeboman di Bali

Jaksa-jaksa yang korup dinyatakan“benar” jika mereka membeberkan secara jujur permasalahan untuk di selidiki, jika merasa tindakan mereka “benar” dan merasa difitnah

Tokoh-tokoh politik yang bertikai dinyatakan “benar” bahwa merekalah yang pantas dipilih, jika setelah pemilihan mengakui “benar” jika mau mencalonkan diri jadi wakil rakyat itu butuh dana yg besar untuk kampanye…dan tidak bisa di kembalikan dengan cara mengambil hak orang lain

jadi benar atau salah sebuah tindakan…tergantung seberapa besar orang itu menerima konsekuensi dari tindakan yang dia yakini “benar”

Asa untukmu sudah terkubur

  1. Posted by jafis in My Opinion |
  2. July 22nd, 2008 |
  3. 5 Comments

Atas nama pagi dan sore hari, lingkaran tertutup. Jika segala angin berubah, aku melihat burung-burung beterbangan, dan langit sebagai reruntuhan mimpi-mimpi yang diteruskan keterjagaan. Diciptakanlah laki-laki dan diciptakanlah perempuan.

Diciptakanlah keramaian, agar berita setiap hujan, berkata-kata melewati serpihan waktu, diantara kegelapan, agar kerinduan tersampaikan. Pun kita bergerak terlalu perlahan, diantara segala yang melata tanpa pertemuan

“Di penghujung, di manakah selain selesai kita akan sampai?”

Seluruh keindahan , yang membuatmu terpukau, tidak semata-mata karena apa yang kau lihat. Seluruh keindahan yang menyelimuti seluruh indera. Suatu keindahan yang membuatmu merasa nyaman.

Seluruh keindahan, yang suatu kali akan pergi, dan kenangan atas keindahan itu melahirkan kebencian yang tak terhitung. Sebuah kutukan yang mengerikan. Suatu keindahan yang membuatmu abadi dalam kebusukan…..

Asa untukmu sudah terkubur…

Kenapa harus menikah?

  1. Posted by jafis in My Opinion |
  2. July 3rd, 2008 |
  3. 21 Comments

ayo jawab bagi yg sudah menikah?

kalo saya sih…

1. menyempurnakan Iman

selain tuntutan wajib, menikah akan memberikan kita jalan hidup yang jelas. karena menikah itu ibadah dan bisa menjadi jalan menuju sorga.

2. menyempurnakan cara berpikir

kalo pacaran, sering suuzonnya.. Sms nggak dibalas pasti kita berpikir negatif padahal dia nggak ada pulsa. lihat dia jalan sama orang lain langsung curiga padahal sepupunya..heheheheh banyak deh

3. menyempurnakan akhlak

menghindari dosa, bukan karena sok suci sih ! tapi kalo kita udah sering ajak jalan, perhatian, mesra. terus kita memilih menikah dengan orang lain … pasti menyakitkan? padahal jodoh itu ketentuan Allah Swt..udah saling mencintai dan selalu bersama bukan jaminan itulah jodoh kita.

3. menyempurnakan ekonomi

kita di beri tanggung jawab, untuk membiayai dan mengangkat derajat istri kita. So.. walau duit habis beliin baju atau lain sebagainya..nggak sia-sia ( dapat pujian, pahala dan services….heheheehhe). coba kalo sama pacar…pikirkan sendiri (apalagi kalo putus…pasti keikhlasan anda goyang :d)

4. menyempurnakan image sebagai lelaki Sejati…

nah kalo yang ini…silahkan jawab sendiri…:D

Take IT Or Leave IT

  1. Posted by jafis in My Opinion |
  2. June 23rd, 2008 |
  3. 15 Comments

ini adalah kata-kata yang paling menakutkan bagi seorang karyawan. Apabila manajer HRD sudah bilang ini, hanya dua hal yang bisa dilakukan. Ambil hasil keputusan dengan mematuhinya atau tinggalkan tuk pergi menjauh, Dua - duanya mempunyai satu kesamaan yaitu Konsekuensi.

Di semua sektor kehidupan kita di hadapkan ke dalam pilihan ini, dari hal yang sederhana sampai dengan sesuatu yang besar. Nilainya fleksibel tergantung ketepatan hasil keputusan dan perhitungan dengan analisis yang kuat dan komfrehensif.

Secara Psikologis seseorang yang menghadapi masalah ” Take IT Or Leave IT” adalah di hadapkan pada suatu kata yang sangat menyakitkan yaitu “Pembuktian Diri”, dimana hasil konsekuensi pilihan itu akan mencerminkan kualitas diri kita sendiri.

yang harus di cermati:

1. Take IT : Kita harus menyadari berarti kita masih ada ketergantungan, Contoh : kebutuhan ekonomi, Aktualisasi diri, rohani, interesting dan lain sebagainya. jagalah sesuatu yang telah kita pilih

2. Leave IT : Kita harus menyadari bahwa nilai diri kita akan terlihat secara jelas. dari nilai yang di hasilkan karena kepergian kita, buktikan bila apa yang telah kita yakini dan lakukan itu adalah “Benar”, sehingga akan selalu di kenang……

yang pasti kita tidak akan pernah bisa membuat semua Everything is good

Tulisan ini di ilhami dari tulisan sahabat seperjuangan saya

Hakekat Sebuah Rumah

  1. Posted by jafis in My Opinion |
  2. June 21st, 2008 |
  3. 10 Comments

Islam mengajarkan : ” Rumahmu adalah Sorgamu ”

Rumah bisa diartikan sebagai tempat kita bernaung, bermain dan berlindung dari lelahnya berkelana sebagai khalifah di muka bumi ini.

Di dalam sebuah rumah, terkadang kita merasa sensi, terluka dan sakit hati. karena di dalamnya sering terjadi salah paham, konflik dan pertentangan. Jika tidak ada..!!!! artinya rumah itu sudah tidak ada kehangatan lagi. dikarenakan semua orang tidak ada interaksi.

Setiap rumah harus ada pengurus, yang mengorbankan tenaga, waktu dan pemikirannya untuk membangun sebuah keluarga besar yang penuh kasih dan kekeluargaan.

Supaya rumah tetap terjaga kreadibilitasnya, pengurus punya hak menentukan aturan mainnya. Untuk mencegah orang yang datang bertindak semaunya sendiri, Bila dibiarkan : maka rumah itu akan menjadi sebuah Hotel, dimana orang datang hanya melampiaskan emosi, hasrat dan kekesalan. padahal yang kita harapkan membangun sebuah rumah sebagai tempat mempersatukan saudara-saudara yang terpisah.

Saya sekaarng punya 4 rumah yang mana saya bertindak sebagai pengurus, yaitu keluarga, tempat kerja, Milist Komunitas Blogger WongKito, dan sebuah komunitas yang selalu berjuang untuk perubahan bangsa ini, tanpa harapan pujian dari pemerintah dan pengakuan dari masyarakat, yang namanya tidak bisa saya sebutkan… (*Peraturan organisasinya)

Saya selalu menanamkan prinsip ini, dalam menyikapi masalah dalam rumah “Bila kita sedang kesal dan pingin meninggalkan rumah. jangan pernah membanting pintu kuat-kuat, sebab kita akan malu untuk mengetuk kembali”

tutuplah pintu itu berlahan-lahan.. kemudian pergilah cari udara segar, bertandang ke rumah yang lain. dan kembalilah dengan muka yang cerah, segar dan penuh kerinduan.

jalan-jalan ke rumah lain, akan mengajarkan nilai diri kita sesungguhnya. Bila dirumah yang baru kita bisa di terima lebih baik dan rumah yang kita tinggal sangat merasakan kehilangan.. itu tandanya !!! kita sudah melakukan hal yang benar, jika sebaliknya !!! tanyakan KENAPA? toh anda diberikan kebebasan untuk memilih, tidak ada yang memaksa..

setelah semalam baca buka catatan seorang SUFI, jafis mendapat pemahaman arti sebuah Rumah

RUMAH = RUang MAta Hati

Orang yang bisa bertahan si sebuah rumah, hanya untuk orang-orang yang bisa membuka ruang mata hatinya untuk mengerti perasaan orang lain dan bagaimana dia bisa menempatkan hatinya pada orang lain, serta bisa memahami perbedaan, bukan memaksakan mengikuti yang dia yakini bahwa itulah yg paling benar

« Previous Page

close
Sudahkah Anda Tersenyum Hari Ini ?, jika "IYA"silahkan close POP UP ini